WHAT'S NEW?
Loading...

7 Tips Mengatasi Kecanduan YouTube Pada Anak-Anak



Assalamualaikum Sobat Artikel .....
Penggunaan internet sudah menjadi hal yang umum ditengah masyarakat saat ini. Hal ini tidak hanya dimonopoli oleh orang dewasa saja, melainkan juga oleh anak-anak. Salah satu situs yang banyak dikunjungi oleh anak-anak adalah YouTube yang menawarkan ribuan video dalam berbagai tema. Di satu sisi, kehadiran YouTube menjadikannya sebagai bentuk hiburan yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun sepanjang sang pengguna memiliki koneksi internet yang baik. Namun disisi lain, hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam bentuk kecanduan YouTube.
Masalah kecanduan YouTube pada anak-anak menjadi sebuah hal yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, sang anak akhirnya enggan untuk melakukan aktivitas lain seperti aktivitas fisik atau bersosialisasi dengan kawan seusianya. Anak lebih memilih untuk menatap layar gadget mereka. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak nantinya. Berbagai tips berikut bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube terutama pada anak-anak:

Memberikan Contoh yang Baik


Bagi para orang tua yang ingin mengatasi masalah kecanduan YouTube pada anak anda, ada baiknya anda memulai dengan diri sendiri. Orang tua adalah teladan utama bagi sang anak. Bila anak melihat orang tua mereka selalu berkutat dengan gadget, maka secara tidak langsung hal ini mengajarkan mereka bahwa penggunaan gadget secara terus menerus merupakan hal yang wajar. Berikan contoh kepada anak anda. Bila memang tidak bisa dihindari, maka pastikan bahwa anda menggunakan gadget untuk melakukan hal yang penting dan bukannya untuk bermain game, menonton, browsing atau sekedar update sosial media.

Membuat Peraturan Bersama

Para orang tua bisa duduk bersama dengan anak untuk membuat peraturan mengenai waktu dan tata cara mereka dalam menggunakan gadget yang ada untuk menonton YouTube. Membatasi waktu untuk menonton YouTube secara otoriter bukanlah metode yang tepat untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube. Ajak sang anak untuk duduk bersama dan menganalisis masalah yang ada, tentu saja dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Lakukan evaluasi mengenai jumlah waktu yang dihabiskan sang anak untuk menonton YouTube setiap harinya kemudian dengan kesepakatan anak, kurangi waktu nonton tersebut. Sebagai contoh, bila selama ini anak menggunakan YouTube hingga 2 jam perhari, kurangi menjadi 1 jam perhari. Hal ini bisa dilakukan perlahan-lahan untuk mengurang kuantitas waktu menonton anak. Sang anak akan cenderung lebih mudah untuk mengikuti peraturan ini karena mereka turut andil dalam pembuatan peraturan tersebut sejak awal. Secara tidak langsung, anda sebagai orang tua juga telah mengajarkan mereka untuk menjadi lebih bertanggung jawab.

Diskusi

Untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube, para orang tua juga perlu mengajak anak mereka untuk berdiskusi. Dalam diskusi ini, orang tua bisa menjelaskan dampak negatif bila terlalu lama menonton YouTube. Sesuaikan penjelasan yang ada dengan umur anak agar mereka dapat lebih mudah memahaminya.

Alihkan Perhatian Anak


Salah satu alasan mengapa anak lebih memilih untuk menonton YouTube adalah karena mereka merasa bosan. Untuk itu, alihkan perhatian anak dengan hal lain yang lebih menarik. Dalam hal ini, peran serta orang tua saat diperlukan. Alihkan perhatian anak untuk melakukan hal lain misalnya saja membaca buku cerita yang baru saja anda belikan. Bila perlu, dampingi anak selama membaca atau bacakan cerita tersebut untuk anak anda.
Untuk anak yang lebih dewasa, hal ini bisa disiasati dengan cara menemukan sesuatu hal yang menarik perhatian mereka. Beberapa anak mungkin sedang gemar akan permainan di luar ruangan sementara anak  lain mungkin tertarik pada kegiatan lain seperti melukis. Kenali ketertarikan anak pada hal-hal tersebut dan alihkan perhatian mereka kesana. Hal ini akan bisa membantu mengurangi masalah kecanduan YouTube pada anak-anak.

Mengajak Anak untuk Aktif di Luar Ruangan


Kecanduan YouTube membuat banyak anak mengurangi waktu bermain mereka di luar ruangan. Hal ini bisa dikurangi dengan cara mengajak anak untuk aktif di luar ruangan. Ajaklah anak-anak untuk bermain pasir di pantai, melihat pegunungan, mengunjungi museum atau dorong mereka untuk bermain dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekitar. Permainan seperti petak umpet, bola, kejar-kejaran dan sebagainya akan jauh lebih baik bagi perkembangan anak baik perkembangan fisik, motorik, kognitif dan juga sosial.
Mendaftarkan anak pada kegiatan rutin di luar ruangan seperti renang, bela diri,sepak bola, les musik dan kegiatan lain juga bisa menjadi pilihan. Dengan begini sang anak akan disibukkan dengan berbagai kegiatan tersebut dan tidak sempat untuk menonton YouTube. Selain mengatasi masalah kecanduan YouTube, hal ini juga akan membantu mengasah kemampuan anak dalam bidang yang mereka sukai.

Membatasi Jenis Tontonan


Membatasi jenis tontonan anak juga bisa menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah kecanduan YouTube. Untuk hal ini, sebisa mungkin dampingi anak saat sedang menonton. Pastikan mereka hanya menonton video yang sesuai dengan usia mereka. Bila perlu, lakukan pengaturan khusus agar anak tidak bisa mengakses video yang tidak sesuai untuk mereka.

Memberikan Perhatian kepada Anak




Salah satu penyebab mengapa anak menjadi kecanduan YouTube adalah karena orang tua membebaskan mereka untuk menonton YouTube dengan alasan agar tidak mengganggu aktivitas orang tua yang sedang sibuk. Hal ini bukanlah hal yang bijaksana dan perlu diantisipasi sejak dini. Para orang tua perlu meluangkan waktu untuk memberikan perhatian dan menghabiskan waktu bersama-sama dengan anak (Quality time).
Menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak sambil melakukan kegiatan yang mereka sukai (selain menonton YouTube tentunya), akan memberikan dampak positif kepada anak. Anak akan merasa lebih diperhatikan dan hal ini akan membangun hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Selain itu, anak juga akan lebih mau mendengarkan nasihat dari orang tua. Anak juga akan lebih mau diajak berdiskusi mengenai tata cara penggunaan gadget dan YouTube, dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi masalah kecanduan YouTube ini.
Kesadaran akan masalah kecanduan YouTube dan gadget ini telah menjadi sebuah fenomena tersendiri. Berbagai gerakan telah dicetuskan mulai dari waktu bebas gadget, area bebas gadget dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kecanduan ini telah menjadi masalah yang mendunia. Semakin banyak orang menderita kecanduan YouTube dan gadget sehingga mereka semakin kurang bersosialisasi secara langsung dengan orang sekitar.
Upaya mengatasi masalah kecanduan YouTube dan atau kecanduan gadget yang dimulai sejak dini yaitu pada usia anak-anak perlu disebarluaskan dan dilakukan secara bersama-sama. Hal ini menjadi sangat penting agar generasi muda saat ini tumbuh menjadi orang yang memahami konsekuensi dari setiap tindakan mereka, dalam artian mereka akan tumbuh menjadi orang yang lebih bertanggung jawab. Selain itu, dengan mengatasi masalah kecanduan YouTube pada anak-anak ini, para orang tua bisa membantu menciptakan generasi yang melek teknologi dan tetap memiliki kemampuan sosialisasi yang mumpuni.

0 komentar:

Posting Komentar